Aku tak tahu bahwa kebodohanku begitu berlipat ganda. Aku tak yakin jika ini semua aku lakukan karena aku mencintai dia. Rasanya sangat sulit melupakan sosok yang aku harapkan tetap tinggal tapi ternyata dia
pergi. Sungguh sangat berat menghilangkan seseorang yang aku kira akan menetap tapi pada akhirnya dia
pergi. Aku, sebagai manusia biasa, hanya bisa berharap pada setiap pertemuan.Pengorbanan biasanya di
lakukan meskipun kamu kesakitan. Tapi, ketika jatuh cinta; Ketika kau masih terbangun ditengah malam
hanya untuk mendengar suaranya, saat aku menuggunya menyelesaikan tugas kuliahnya, mana kala pesan
singkatnya kunanti ku tak pernah merasa disakiti. Semua dilakaukan atas dasar cinta, kumencintainya maka
kubersedia menunggunya. Kumencintainya, maka kau izinkan diriku terus menanti, meskipun pada akhirnya
dia tak menjadikanmu tujuan.
pergi. Sungguh sangat berat menghilangkan seseorang yang aku kira akan menetap tapi pada akhirnya dia
pergi. Aku, sebagai manusia biasa, hanya bisa berharap pada setiap pertemuan.Pengorbanan biasanya di
lakukan meskipun kamu kesakitan. Tapi, ketika jatuh cinta; Ketika kau masih terbangun ditengah malam
hanya untuk mendengar suaranya, saat aku menuggunya menyelesaikan tugas kuliahnya, mana kala pesan
singkatnya kunanti ku tak pernah merasa disakiti. Semua dilakaukan atas dasar cinta, kumencintainya maka
kubersedia menunggunya. Kumencintainya, maka kau izinkan diriku terus menanti, meskipun pada akhirnya
dia tak menjadikanmu tujuan.
Kamu pernah menjadi bagian hari-hariku, setiap malam, sebelum tidur, kuhabiskan beberapa menit unutk
membaca chat singkatmu. Membuatku tersenyum diam-diam. Perasaan ini sangat dalam, sehingga aku memilih untuk memendam. Jatuh cinta terjadi karena proses yang cukup panjang, itulah proses yang seharusnya aku lewati secara alamiah dan manusiawi. Aku tahu suatu saat nanti kita bisa berada di status
yang lebih spesial. Aku terlalu penasaran ketika mengetahui kehadiranmu mulai mengisi kekosongan hatiku.
Aku sudah berharap lebih. Kugantungkan semua harapanku, kuberikan sepenuhnya perhatianku untukmu.
Sayangnya, semua hal itu tak kau gubris sama sekali. Semua telah berakhir. Tanpa ucapan pisah. Tanpa
lambaian tangan.
membaca chat singkatmu. Membuatku tersenyum diam-diam. Perasaan ini sangat dalam, sehingga aku memilih untuk memendam. Jatuh cinta terjadi karena proses yang cukup panjang, itulah proses yang seharusnya aku lewati secara alamiah dan manusiawi. Aku tahu suatu saat nanti kita bisa berada di status
yang lebih spesial. Aku terlalu penasaran ketika mengetahui kehadiranmu mulai mengisi kekosongan hatiku.
Aku sudah berharap lebih. Kugantungkan semua harapanku, kuberikan sepenuhnya perhatianku untukmu.
Sayangnya, semua hal itu tak kau gubris sama sekali. Semua telah berakhir. Tanpa ucapan pisah. Tanpa
lambaian tangan.
Tanpa kau jujur mengenai perasaanmu. Perjuanganku terhenti karena aku merasa tak
pantas lagi berada disisimu. Sudah ada seseorang yang baru, yang nampaknya jauh lebih baik dan sempurna
daripada aku. Setelah tahu semua itu, apakah kamu pernah memiliki sedikit saja perasaanku? Ini semua terasa aneh bagiku, kita yang dulu sempat dekat, walaupun tak punya status apa-apa, meskipun berada dalam ketidakjelasan, tiba-tiba menjauh tanpa sebab.
pantas lagi berada disisimu. Sudah ada seseorang yang baru, yang nampaknya jauh lebih baik dan sempurna
daripada aku. Setelah tahu semua itu, apakah kamu pernah memiliki sedikit saja perasaanku? Ini semua terasa aneh bagiku, kita yang dulu sempat dekat, walaupun tak punya status apa-apa, meskipun berada dalam ketidakjelasan, tiba-tiba menjauh tanpa sebab.
Seandainya kamu bisa membaca perasaanku dan kamu bisa mengetahui isi otakku, mungkin hatimu yang beku akan segera mencair. Aku menulis ini ketika mulutku tak dapat lagi berkeluh. Aku mengingat sosok yang pernah hadir meskipun tak pernah benar-benar tinggal. Seandainya kau tahu perasaanku dan bisa membaca keajaiban dalam perjuanganku, mungkin kamu akan berbalik arah memilihku sebagai tujuan. Tapi, aku hanyalah persinggahan, tempatmu meletakkan segala kecemasan, lalu pergi tanpa janji untuk pulang.
Jika aku punya kemampuan membaca matamu dan mengerti isi otakmu. Jika aku cukup cerdas menilai bahwa perhatianmu bukanlah hal yang terlalu spesial, mungkin tak seharusnya kita saling kenal. Aku terlalu
terburu-buru mengartikan segala perhatian dan ucapanmu adalah wujud terselubung dari cinta. Bukankah ketika jatuh cinta, setiap orang menganggap semuanya biasa menjadi hal manis? Aku pernah merasakan fase itu. Kehadiranmu membawa perasaan lain. Hal berbeda yang kamu tawarkan padaku turut membuka mata dan hatiku lebar-lebar. Sungguh aku tak menyadari, bahwa kamu datang memberi perasaan aneh. Ada yang hilang jika sehari saja aku tak menyapamu melalui dentingan BBM. Setiap hari aku mencari-cari topik percakapan kita, sampai pada akhirnya aku menemukan topik untuk percakapan yang entah darimana harus aku memulainya. Ketika kuingin memulai percakapan dengan kamu, terlintas dalam pikiranku untuk membahas cerita soal mantan kekasihmu. Ketika kamu bercerita tentang mantan kekasihmu dan aku bisa merasakan perasaan yang kau rasakan. Aku berusaha memahami kerinduanmu akan perhatian seorang pria.
Sebenarnya, aku sudah memberi perhatian itu tanpa kau ketahui. Mungkinkah semua rasa perhatian yang ku berikan tak benar-benar terasa olehmu? Aku bergejolak dan menaruh semua harapan. Apakah kamu sudah menganggap aku pria spesial meskipun kita tak memiliki status dan ketidakjelasan.
Dari semua sikapku, tak mungkin kau tak tahu aku punya perasaan lebih padamu. Dari semua ceritaku,
tak mungkin kau tak paham bahwa aku mulai jatuh cinta padamu. aku terlalu banyak diam dan memandam,
mungkin disitulah kesalahanku. Terlalu egois tuk mengatakan dan terlalu takut tuk mengungkapkan. Aku tak bisa menyalahkan siapa-siapa. Bukankah dalam cinta tak pernah ada yang salah. Aku tak pernah takut saat
mencintaimu. Layaknya air laut yang mengikuti lekukan gelombang, seperti itulah aku membiarkan rasa cinta
terus mengalir tanpa kendali. Langkahku terus mencoba menggapaimu, jemariku merasa menggenggam tanganmu; namun, ternyata semua kosong. Entah karena kau terlalu bodoh untuk menilai atau terlalu egois untuk memaklumi. Aku berusaha mencoba sabar, mencoba sabar menghadapi sikapmu yang seperti kekanak-kanakan. Aku berusaha bertahan, mempertahankan yang tak harus dilepaskan. Aku sudah menunggu sangat terlalu lama, mengharap pengertianmu menderas kearahku.
Setiap orang punya kisah masing-masing. Dalam kisahnya, ia harus berjuang, berdiam dan menunggu pun juga adalah bagian dari perjuangan. Menunggu. Itulah yang selama ini aku lakukan, sebagai wujud dari perasaanku yang entah mengapa masih ingin memperjuangkanmu.
Ketika suaramu mengalir diujung telpon, ada perasaan rindu yang tidak benar-benar aku ungkapkan. Apakah kau tahu hal itu? Tentu tidak, kau tidak memedulikanku seperti aku memedulikanmu, tak ada cinta
dimatamu seperti cinta yang kupunya. Tapi, dengan kebutaan dan kebisuan yang kupunya, aku masih ingin mempertahankanmu. Setelah semua yang kita daki, yakinkah ada tebing diujung sana? Sesudah beberapa bukit yang kita lalui, akankah kita tak akan bertemu bukit yang lebih panjang? Tak ada yang pasti, nona. Kita hanya tahu melangkah, dan terus melangkah menikmati yang ada dikanan-kiri, melihat yang ada didepan kita, dan menerima semua yang harus kita pasrahkan.
Setiap orang punya kisah masing-masing. Dalam kisahnya, ia harus berjuang, berdiam dan menunggu pun juga adalah bagian dari perjuangan. Menunggu. Itulah yang selama ini aku lakukan, sebagai wujud dari perasaanku yang entah mengapa masih ingin memperjuangkanmu.
Ketika suaramu mengalir diujung telpon, ada perasaan rindu yang tidak benar-benar aku ungkapkan. Apakah kau tahu hal itu? Tentu tidak, kau tidak memedulikanku seperti aku memedulikanmu, tak ada cinta
dimatamu seperti cinta yang kupunya. Tapi, dengan kebutaan dan kebisuan yang kupunya, aku masih ingin mempertahankanmu. Setelah semua yang kita daki, yakinkah ada tebing diujung sana? Sesudah beberapa bukit yang kita lalui, akankah kita tak akan bertemu bukit yang lebih panjang? Tak ada yang pasti, nona. Kita hanya tahu melangkah, dan terus melangkah menikmati yang ada dikanan-kiri, melihat yang ada didepan kita, dan menerima semua yang harus kita pasrahkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar